Puluhan Rumah Ibadah di Jalur Pantura Indramayu Disiapkan sebagai Tempat Singgah Pemudik Lebaran 2026

By Admin


Dok. Humas Kemenag
nusakini.com, Indramayu — Sejumlah rumah ibadah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disiapkan sebagai lokasi istirahat bagi pemudik yang melintas di jalur Pantura pada masa arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu mencatat terdapat 23 masjid, 5 madrasah, dan 1 vihara yang disiagakan untuk memberikan layanan bagi para musafir selama perjalanan mudik.

Kesiapan fasilitas tersebut dipantau oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, saat melakukan peninjauan Posko Masjid Ramah Pemudik di Kantor Urusan Agama (KUA) Sukra, Minggu (15/3/2026).

Menurut Abu Rokhmad, program Rumah Ibadah Ramah Pemudik dihadirkan untuk mendukung kenyamanan sekaligus keselamatan perjalanan masyarakat yang melakukan perjalanan jauh saat musim mudik.

Ia menyampaikan bahwa rumah ibadah dapat menjadi alternatif tempat singgah bagi pemudik yang membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

“Masjid memiliki lingkungan yang relatif tenang, tersedia air bersih, serta ruang yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sekaligus menjalankan ibadah,” kata Abu Rokhmad dalam keterangannya.

Sebelum meninjau Indramayu, Abu Rokhmad juga mengunjungi beberapa lokasi lain di jalur Pantura, antara lain Masjid Jami Nurul Muqarrobin di Subang, Vihara Budhi Asih di Indramayu, serta Masjid Jami An-Nur di Karawang.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan rumah ibadah agar dapat memberikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, menjelaskan bahwa wilayah Sukra menjadi titik strategis karena berada di jalur Pantura yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dengan pengelola rumah ibadah dan penyuluh agama agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemudik yang melintas. (*)